BAB 6 : SEBUAH TITIK TERANG DI UJUNG RUANG KEGELAPAN

Sebuah cahaya titik terang di kegelapan

Setelah bertahun-tahun diterpa badai yang begitu kencang. 
Berhari-hari kabut gelap nan pekat menyelimuti diriku. 
Rasanya tak ada yang istimewa.
Bahkan aku benar-benar dibuat tak berdaya. 

Aku sudah letih diselimuti situasi ini.
Maka Maha Baik yang selalu ada bersama jiwa ini. 
Berikanlah secercah titik terang.
Sinarilah jiwaku yang kelam dan letih ini.
 
Yaaa...meski dalam situasi gelap lagi pekat. Namun aku yakin, masih ada setitik terang cahaya.
Karena harapan itu nyatanya memang masih ada dari-Nya. 
Sebab itu, aku masih bisa menemukan sebuah titik terang.
Untuk mencapai arah tujuan yang benderang.

"Sesungguhnya hanya kepada Allah, aku mengadukan penderitaan & kesedihanku". 
(Q.S Yusuf : 86)



Written by



SM

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

INILAH AKU YANG BARU : Chapter 1

MENYELAMI SUDUT PANDANG SOCRATES SI FILSUF YANG NYENTRIK

MUSIK BAHASA UNIVERSAL