BAB 4 : BULAN

Cahaya bulan di angkasa 


Bulan terang benderang menghangatkan di atas sebagian angkasa.
Seraya ia ingin menyampaikan dan menyapa ku dengan sebuah kata-kata.
Namun bulan tetaplah bulan, ia takkan pernah menyatakan sesuatu.
Meski hal itu begitu sangatlah berarti untuk ku.

Sepertinya hanya bulan yang mengerti keadaan ku saat ini.
Sepertinya pula hanya bulan yang mendengarkan tangisan kalbu ku ini.
Sedari tadi ia menatap ku tanpa henti.
Seakan ia siap berbagi dan sangat peduli.

Seandainya memang bulan dapat berbicara.
Aku pasti akan terlebih dahulu menyapa.
Karena sebagai hakikatnya manusia.
Aku ingin sekali mencurahkan berbagai perkara.


Wassalam



-Shagy Mutoherein-

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

INILAH AKU YANG BARU : Chapter 1

MENYELAMI SUDUT PANDANG SOCRATES SI FILSUF YANG NYENTRIK

MUSIK BAHASA UNIVERSAL