BAB 2 : LENTERA JIWA
![]() |
| Cahaya berbentuk hati yang menyinari setiap keadaan |
Meski saat ini seutuhnya kau tak kunjung dapat ku petik.
Namun sedari dulu, aku telah mengamatimu dari kejauhan di dalam bilik.
Tak ku sadari, semakin bertambahnya usia, perangai dan hatimu semakin cantik.
Serupa bunga yang telah tumbuh dewasa dari hasil pembuahan putik.
Namun sedari dulu, aku telah mengamatimu dari kejauhan di dalam bilik.
Tak ku sadari, semakin bertambahnya usia, perangai dan hatimu semakin cantik.
Serupa bunga yang telah tumbuh dewasa dari hasil pembuahan putik.
Masih terniang kata-kata cibiranmu di bangku sekolah dasar kala itu.
Meski malu, namun ku jadikan sebuah motivasi untuk maju.
Kamu tak perlu merasa bersalah, sendu apalagi pilu.
Justru aku ingin sekali berterima kasih kepadamu
Tanpa kata-kata cibiranmu yang sempat membuat hatiku rapuh..
Mungkin aku ibarat pelari maraton yang tak mengeluarkan peluh.
Telah ku coba berinteraksi dengan-Nya dari shubuh ke shubuh.
Semoga kita disatukan dan dinaungi satu atap untuk berteduh.
Wasaalam
Shagy Mutoherein

Kereeen
ReplyDeleteThanks for reading
ReplyDeleteAsiieek
ReplyDeleteHehe makasih, dedikasi buat wanita tercinta 🙏
DeleteWah keren, dedikasi buat wanita tercintanya
Delete