BAB 1 : PENGALAMAN, MENTALITAS DAN KONSISTENSI
![]() |
| Potret Real Madrid juara Liga Champions di tahun 2017. |
Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, beberapa minggu yang lalu di postingan medsos saya sendiri. Mengenai Real Madrid khususnya, klub yang telah menjuarai Liga Champions di musim ini 2016-2017. Seperti yang kita ketahui, di laga Final Liga Champions Real Madrid dipertemukan dengan salah satu klub raksasa asal italia yakni Juventus. Klub papan atas yang memiliki prestasi cukup gemilang di ranah Eropa maupun di Liga Domestik atau Liga yang di selenggarakan di negaranya.
Begitupun dengan Real Madrid, klub raksasa Spayol tersebut memiliki segudang pemain bertalenta. Bahkan Real Madrid sendiri, memiliki predikat no-1 yaitu klub terbanyak yang menjuarai Liga Champions atau yang biasa dijuluki dengan tropi Si Kuping Gajah.
Jika diamati dari secara permainan kedua klub sama-sama berpeluang untuk menjadi juara. Mengingat banyak para penikmat sepak bola yang memprediksikan dengan banding 50 : 50. Bahkan banyak yang menilai laga final kali ini lebih ideal dibandingkan dengan final tahun kemarin. Karena sejatinya, kedua klub sama-sama berpotensi memiliki pemain bertabur bintang serta memiliki keunggulan masing-masing di setiap per-lininya.
Di kubu Juventus sendiri mengandalkan lini pertahanan yang begitu kokoh. Saking kokoh pertahanannya mereka, alhasil anak-anak asuhan Allegri sering melakukan clean sheet dari beberapa pertandingan sebelum melaju ke final Liga Champions. Sekaligus menjadi salah satu rekor mereka.
1. Pengalaman
Maka lain halnya dengan para punggawa Real Madrid, mereka dengan seperti biasanya mengandalkan skema serangan balik nan cepat dengan memanfaatkan bola pendek dari para pemain tengahnya. Namun ada catatan tersendiri bagi kubu Real Madrid, pasalnya mereka lebih di untungkan dengan segudang pengalamannya di Final Liga Champions ketimbang Juventus.
2. Mentalitas
Di sisi lain, secara psikologis mental Real Madrid jauh lebih baik dan tenang. Terbukti mereka mampu mendominasi serta menguasai jalannya pertandingan terutama di babak ke-2. Hasilnya 3 gol telah di sarangkan oleh para anak-anak asuhan Zinedine Zidane dari hasil umpan pendek, terkecuali gol Casemiro.
3. Konsistensi
Di babak ke-2 benar-benar bisa dibilang inilah permainan Real Madrid yang sesungguhnya. Dimana mereka mampu menonjolkan konsistensinya yang selalu menerapkan umpan-umpan pendek dengan serangan balik yang begitu cepat selama di tangani oleh kepelatihan Zinedine Zidane.
"Konsistensi dapat merubah tindakan menjadi kebiasaan dan kebiasaan akan menjadi gaya hidup".
Nah kira-kira begitu analogi saya mengenai salah satu klub yang dijuluki si Raja Eropa.
Wassalam
Shagy Mutoherein

Madrid emang raja Eropa
ReplyDeleteYess its true
DeleteHala Madrid
DeleteSang Raja Eropa
Delete